Pemain asal Kolombia Falcao menuduh wasit Amerika, Mark Geiger, mendukung Inggris

Penyerang Kolombia, Radamel Falcao, menuduh wasit Amerika, Mark Geiger, bias dalam laga 16 besar Piala Dunia Amerika Selatan pada Selasa, menyampaikan pada wartawan sesudah laga “dia tetap membuat panggilan untuk mensupport Inggris.” Kolombia bersiul untuk 23 dari 36 laga pelanggaran, serta terima enam dari delapan kartu kuning dalam suatu perselisihan di Stadion Spartak di Moskow. Geiger juga dimaksud penalti menantang pemain tengah Kolombia Carlos Sanchez yang ke arah arah cuma Inggris saat bermain terbuka. Serta Falcao mengatakan ketidaksenangannya dengan apakah yang dia kira jelas pilih kasih pada The Three Lions.

“Saya terasa aneh jika mereka tempatkan wasit Amerika dalam hal seperti ini,” kata pria Monako itu. “Sebenarnya, hasilnya tinggalkan banyak kesangsian. Dia cuma bicara bhs Inggris, beberapa bias dapat diyakinkan. Lewat telephone kecil dia menggerakkan kami [menuju] arah kami, yang pasti buat saya.” Tidak hanya dari ketidaksamaan busuk, Kolombia hampir menyamakan Inggris dalam kepemilikan serta tembakan keseluruhan, serta sukses mencatat dua tembakan lagi pada tujuan sebelum laga pada akhirnya menuju beradu penalti, dimana mereka jatuh 4-3. “Wasit begitu mengganggu kami, dalam 50-50 laga, dia tetap membuat panggilan untuk Inggris,” kata Falcao. “Kondisi ini mengakibatkan kerusakan kami.

Dia tidak lakukan tindakan dengan persyaratan yang sama untuk ke-2 team. “Saat sangsi dia tetap pergi ke team Inggris. Ini bikin malu jika ini berlangsung di set 16 besar Piala Dunia.” Laga Selasa bukan kali pertamanya Geiger sudah dituduh tingkah laku yang tidak patut di Piala Dunia musim panas ini. FIFA serta sumber-sumber yang dekat dengan wasit bulan lantas menyanggah dakwaan dari Nordin Amrabat dari Maroko jika Geiger memohon baju pemain Portugal saat hilangnya 1-0 negara Afrika Utara itu pada Portugis.

Lihat Juga :  Pesan untuk Inggris: datanglah ke Rusia dan rasakan cintanya

Maroko juga menyalahkan kapasitas pemain berumur 43 tahun itu sesudah laga, yang disebut pekerjaan lapangan pertamanya di acara itu, serta gelandang Amrabat tingkatkan prospek bias oleh Geiger dalam suatu wawancara dengan NOS penyiar Belanda. “Saya tidak paham apakah yang [Geiger] pakai, tapi dia begitu berkesan oleh Cristiano [Ronaldo],” kata Amrabat. “Saya barusan diberitahu oleh Pepe jika di [babak pertama], dia menanyakan apa dia dapat mempunyai pakaiannya. Mari, bung. Apakah yang kita bicarakan? … Kami ada di Piala Dunia, bukan sirkus sini.” Laga Selasa merupakan yang ke-3 dimana Geiger sudah bekerja. Yang lain merupakan kemenangan 2-0 Korea Selatan atas Jerman di set penyisihan group. Kembali ke tahun 2014, Geiger jadi orang Amerika pertama sebagai wasit di laga step skema gugur Piala Dunia waktu dia menaklukkan Prancis 2-0 putaran-16 atas Nigeria. Geiger juga wasit untuk pembuka Piala Dunia Kolombia pada 2014 – kemenangan 3-0 atas Yunani.

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme